Adalah minuman yang berasal dari fermentasi cairan dari batang pohon kelapa dengan kandungan ethanol sesuai lamanya cairan tersebut di fermentasikan. Minuman ini pertamakali di populerkan oleh orang-orang di Karangasem sambil mendendangkan nyanyian dan tarian Bali.
Kategori: Minuman Keras
Elemen Budaya: Makanan Minuman
Provinsi: Bali
Asal Daerah: Karangasem
Kategori: Tarian Elemen Budaya: Tarian Provinsi: Bali
Deskripsi:
Tari Cendrawasih, yang menggambarkan tentang keelokan burung Cenderawasih yang mendiami bagian timur Pulau Lombok. Burung cenderawasih juga merupakan lambang Provinsi Papua. Tari ini dipentaskan di Melbourne oleh Sanggar Lestari dari Bali.
Kategori: Tarian
Elemen Budaya: Tarian
Provinsi: Bali
Asal Daerah: Bali
Kemunculan Tari Belibis Berbeda dengan tarian lainnya yang ada di daerah Bali seperti cendrawasih, kecak, topeng, manukrawa. Dalam tarian belibis ada dua orang yang terlibat, dan dua orang tersebut berbeda komposisi. Pertama Swasthi Wijaya Bandem sebagai koreografer dan I Nyoman Windha sebagai komposernya. Tari belibis dibawakan oleh 7 orang perempuan.
Filosofi
Ada beberapa versi tarian Belibis diantaranya:
Menggambarkan kehidupan sekelompok burung belibis yang dengan riangnya menikmati keindahan alam. Mereka tiba-tiba dikejutkan oleh munculnya seekor burung belibis jadi-jadian yang merupakan penjelmaan dari Prabu Angling Dharma setelah terkena kutukan dari istrinya yang sakti (dalam cerita Tantri).
Dalam pengembaraannya, Angling Dharma bertemu dengan seorang putrid raksasa pemakan manusia. Raksasa merasa khawatir rahasianya diketahui oleh Angling Dharma, dikutuklah Angling Dharma menjadi seekor burung Belibis yang hidup di air.
Mengisahkan Prabu Angling Dharma yang dikutuk istrinya menjadi seekor burung belibis. Dalam pengembaraannya, ia bertemu dengan sekawanan burung belibis, namun ia tidak diterima dalam kelompok itu karena bisa berbicara seperti manusia.
Dari beberapa filosofi, pada dasarnya tarian belibis terinspirasi dari burung belibis. Mungkin karena orang Bali gemar mengapresiasi dari jenis-jenis burung serta tingkah burung tersebut untuk ditiru ke dalam tarian sehingga menjadi insprisi menciptakan kreasi tarian baru. Maka dari itu terciptalah tarian seperti Tari Belibis, Cendrawasih dan lain-lain.
GerakanTari
Gerak tari ini menunjukkan penampilan yang menarik dan harmonis dengan gamelan yang mengiringinya.Tarian ini mempunyai sayap sehingga gerakannya yang menyurapi burung belibis hampir mendekati sempurna.
Tari Ciwa Nataraja Bali berasal dari Dewa Ciwa yang dipercaya oleh umat Hindu sebagai Sang Hyang Tunggal digambarkan pula sebagai. "Dewa Tari" dengan gelar Ciwa Nataraja dalam sikap gerakan tari yang diartikan sebagai gerakan kekuatan mengisi ruang saat menciptakan alam semesta.